Apa Saja Penyebab Balita Mengigau?


Vilons Pedia - Mengigau adalah sebuah perilaku yang tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun sering juga mengalaminya. Mengigau merupakan salah satu masalah tidur balita. Para ahli mengungkapkan bahwa mengigau paling sering dialami oleh anak-anak apalagi jika tidak sesuai dengan jadwal tidur balita. Mereka mengungkapkan lebih dari separuh anak-anak sering mengigau saat itu. Selain itu, sekitar 5% orang dewasa juga pernah mengalami mengigau saat tidur. 

Mengingau atau Somniloquy dalam istilah medis, bisa terjadi pada tahap tidur REM maupun tidur non-REM. Ketika mengigau terjadi selama tidur REM (tahapan tidur di mana kita biasa bermimpi), hal tersebut disebabkan oleh karena pengaktifan sesaat mulut dan pita suara yang biasanya berada dalam keadaan tidak aktif ketika kita sedang tidur. Akibatnya, kata-kata yang "diucapkan" oleh seseorang dalam mimpinya secara tidak sengaja ikut dituturkan dengan suara keras. 

Berbicara pada saat sedang tidur atau yang sering disebut dengan mengigau adalah sesuatu yang wajar dialami oleh banyak orang. Orang yang mengigau selagi tidur kebanyakan hanya berbicara dalam waktu yang singkat, yang biasanya berlangsung hanya selama satu atau dua detik saja. Faktor pemicu igauan  berbeda-beda pada tiap anak. Berikut adalah beberapa penyebab mengapa si Kecil mengigau.
  1. Mengalami kejadian berkesan
    Mengigau dapat terjadi karena suatu kejadian berkesan pada momen spesial, misalnya mendapat kejutan kado pada hari ulang tahun. Momen tersebut akan terekam pada memorinya dan bisa muncul kembali saat ia tidur hingga mengigau. Ketika mengigau, si Kecil bisa saja mengeluarkan kata-kata yang sama saat kejadian sebelumnya atau yang berbeda. Oleh karna itu sering kali kita jumpai ekspresi wajah yang berbeda saat anak tertidur, kadang tersenyum, marah atau malah terlihat takut.
  2. Tidur dalam kondisi lelah
    Masa-masa bermain merupakan milik anak-anak di usia dini. Namun, bermain terlalu lama atau bahkan terlalu seru menjelang tidur juga tidak baik bagi perkembangannya. Si Kecil kemungkinan tidak bisa tidur nyenyak, tidur gelisah, bahkan sampai mengigau. Hal ini terjadi karena apa yang baru saja dilakukan terbawa hingga ke dalam alam pikiran bawah sadarnya. Jika ini terus dibiarkan, pola tidurnya akan terganggu dan nantinya bisa saja merusak sistem saraf otaknya.
  3. Ada kebutuhan yang tak terpenuhi
    Kebutuhan yang dapat menyebabkan si Kecil mengigau lebih kepada kebutuhan psikis, yaitu seperti ingin didengarkan, diperhatikan, diberi kebebasan, atau ingin didampingi dan ditemani oleh orangtuanya. Jika kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak bisa Anda penuhi, emosi itu tetap tersimpan dalam ingatannya dan bisa ia luapkan kembali saat tidur dalam bentuk igauan. Maka jika dibiarkan akan berdampak buruk dalam jangka panjang. Psikolog dari Universitas Indonesia, Efriyani Djuwita, M.Si, juga mengatakan bahwa penyebab utama mengigau adalah karena adanya masalah emosional. Misalnya, jika saat sebelum tidur si Kecil dipaksa melakukan sesuatu yang tak diinginkannya, mungkin saat tidur ia akan mengigau meluapkan keinginannya untuk tidak menuruti perintah tadi. Jadi, sebagai orangtua harus bisa menangkap sinyal bahwa igauan si kecil karena ia memiliki sesuatu keinginan yang terpendam dan belum mampu ia ungkapkan.
  4. Demam tinggi atau sedang sakit
    Anak yang sedang demam tinggi atau sakit juga sangat rentan mengigau. Kondisi fisik seseorang yang sedang sakit relatif tidak bugar sehingga menyebabkan gangguan di dalam sistematika kerja organ tubuh. Akibatnya, hal tersebut sekaligus akan mempengaruhi pola tidur anak, termasuk menyebabkan mengigau.
  5. Keturunan atau faktor genetik
    Menurut para pakar kesehatan, mengigau kemungkinan besar disebabkan oleh adanya faktor genetik atau keturunan. Jadi, jika Anda memiliki kebiasaan mengigau pada saat tidur maka kemungkinan sang buah hati juga akan mengalami hal yang sama. Namun  Anda tidak perlu khawatir dengan kondisi tersebut karena hal tersebut bukan sesuatu yang membahayakan kesehatan.

Jika anak sering mengigau ketakutan, dan Anda kesulitan untuk menemukan penyebabnya, coba ajak ke psikolog anak. Selain itu, periksakan juga kesehatannya ke dokter anak. Mungkin ada kondisi kesehatan yang bermasalah yang mengganggu tidurnya. Bicarakan juga pada dokter Anda jika anak Anda mengalami masalah pernafasaan saat mengigau.

Untuk menghindarkan anak dari kebiasaan mengigau, pastikan ia tidak terekspos lagi pada tayangan menakutkan atau mendengar kisah-kisah menyeramkan dari sekelilingnya, tegurlah pengasuhnya agar melindungi dia dari hal-hal seperti itu, beri perhatian lebih bila ia memang sedang beradaptasi dengan sekolah baru atau lingkungan baru, hindarkan ia dari kegiatan-kegiatan melelahkan terutama menjelang tidur, usahakan tidak ada perubahan besar yang terjadi dalam rutinitas hariannya menjelang tidur, dan perbanyak pelukan yang menenangkan agar ia tahu Anda akan selalu ada untuknya. Selain itu, biasakan anak Anda untuk tidur nyenyak dan bangun tepat waktu. Untuk membuat anak tidur lebih nyenyak dan mengurangi mengigau, perlu dibuat jadwal tidur balita yang relatif teratur, baik jam tidur maupun kegiatan sebelum tidurnya. Bahkan pola dan jam tidur anak mempengaruhi kesehatan si Kecil lho, Bu.


EmoticonEmoticon